Khamis, 20 Januari 2011

KEAJAIBAN JARI MANUSIA

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin: 65)
Di antara ni'mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaannya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Selain untuk mengambil, meletakkan atau membawa sesuatu bersama telapak tangan jari jemari dapat mengepal, memijit, menggosok, memukul, menonjok, menjitak, memilin, memelintir, meremas, membelai, menusuk, mencengkeram, dan lain-lain.
Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.
Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? (catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:
jari kelingking        ==> ada empat ruas
jari manis             ==> ada empat ruas
jari tengah            ==> ada empat ruas
jari telunjuk          ==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari) == > ada tiga  ruas
----------------------- +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas
Keduanya berfungsi seimbang dan dapat bekerjasama dengan baik untuk kepentingan sang pemilik. Keseluruhan ruas jari ini ini dapat ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga bersama dengan telapak tangan dapat melakukan banyak aktifitas. Bila satu ruas saja bermasalah, pemiliknya pasti akan merasa susah. Jika satu saja jari Anda terkilir, dapat dipastikan Anda akan menjadi repot. Jari jemari yang posisinya seimbang itu dilengkapi dengan kuku-kuku bermanfaat. Dia bisa digunakan untuk mencubit, mengambil barang yang kecil dengan jalan mencabut, jari dan kuku juga berfungsi untuk keindahan.
Kebaikan dan Keburukan Setiap jari - ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking punya aktifitas masing-masing sesuai profesi pemiliknya. Ada yang sering dipakai untuk menjahit, memegang uang, memegang cangkul, mesin, mengetik, dan lain-lain. sesuai dengan jenis kerja pemiliknya. Jari jemari sangat penting bagi para olahragawan yang keahliannya menggunakan tangan dan para seniman yang berkarya dengan jemarinya.. Aktifits jari jemari memang untuk membantu manusia melaksanakan pekerjaan dan merealisasikan keinginannya.

Gerakan-gerakan jari-jemari pun memiliki makna sendiri-sendiri. Acungan jempol misalnya berarti ungkapan, "bagus" atau "hebat". Anda tidak mendapat sesuatu yang Anda inginkan atau "kecele" biasanya diistilahkan dengan "gigit jari". Jari-jemari pun jadi alat isyarat. Ketika kita menyatakan persabatan kita pun berjabat tangan yang merekatkan telapak tangan dan jari jemari kita ke tangan sahabat kita. Jari yang telunjuk yang ditaruh tegak di depan mulut berarti "Hati-hati" atau "Berhentilah bicara". Jari yang diletakkan melintang di kening menandakan bahwa pelakunya hendak memberi tahu bahwa seseorang itu tidak waras (sinting). Telunjuk yang diarahkan kepada seseorang berarti menuding. Bila kesemua jari dan telapak tangan diangkat ke atas berarti lambaian. Banyak isyarat lain dilakukan dengan jari.
Al Qur-an juga menggambarkan fungsi jari sebagai alat isyarat. Orang munafik yang menolak kebenaran dalam Al Qur-an dilukiskan sebagai orang-orang yang menyumbat kuping dengan jarinya.
Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir . (QS. 2. Al Baqarah:19)
Menyumbat telinga dengan jari dalam ayat di atas adalah kiasan menutup hati dari bimbingan hidayah Allah. Inilah kiasan terhadap orang-orang munafik yang hatinya berpenyakit dan enggan menerima kebenaran.
Para koruptor menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan angka-angka hitungan uang dalam memanipulasi para pemeriksa keuangan di tempatnya bekerja. Jempol dan telunjuk digunakan menulis dengan pulpen atau pinsil di atas kertas. Seorang direktur menandatangani surat-surat penting dengan pulpennya. para pelajar mencatat pelajaran, para pelukis menggambar di atas kanvas, dan lain-lain.
Jari jemari digunakan untuk keburukan misalnya oleh para pengarang yang mengotak-ngatik tulisan sehingga menyesatkan orang lain. Ujung jari-jemarinya digunakan untuk menekan tuts huruf di atas keyboard ketika membuat tulisan yang membangkitkan selera rendah orang lain. Seorang pembunuh yang menggunakan pistol memakai telunjuknya untuk menarik picu pistolnya sehingga pistol itupun memuntahkan peluru. Para penjahat dan pelaku kecurangan menggunakan jari jemari dalam menjalankan aksinya,






Sebaliknya jari jemari juga dilakukan untuk kebaikan dan ibadah kepada Allah. Dengan jari jemari Anda dapat menolong orang lain. Anda yang sedang berzikir kepada Allah juga menggunakan jari jemari untuk menghitung puji-pujian terhadap Allah. Jumlah kalimat thoyyibah : Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar biasanya dihitung masing-masing 33 kali sedangkan istighfar dan Laa ilaha-illallah 100 kali sehingga mudah dilakukan dengan menekan jari jemari yang berjumlah 30 dan ditambah 3. Ketika Anda berdiri dalam sholat jari-jari tangan sebelah kanan di taruh di atas tangan kiri. Jari telunjuk pun diacungkan ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam sholatnya. Karena itu jari jemari ini tahu persis apa yang telah dilakukan pemiliknya.. Apakah jari Anda digunakan berdzikir, bersyahadat ataupun melaksanakan ibadah lainnya. Apakah dia membuat kebaikan ataukah keburukan, semua ada balasannya.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. 9. Az Zalzalah:7-8)
Menjadi Saksi Kendati banyak sekali fungsi dan perannya, jari jemari tidak menentukan segalanya dalam aktifitas hidup manusia. Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika hatinya sehat manusia menjadi baik. Jika harinya berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk. Jari jemari melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada. Dengan sangat indah Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam menggambarkan bahwa hati mukmin berada di antara jemari Ar Rahmaan

Maksudnya Allah teramat dekat dengan manusia sehingga sewaktu-waktu dapat membolak-balik hatinya dari posisi beriman menjadi kufur atau dari kufur menjadi mukmin. Setiap muslim dituntut memelihara imannya dan berdo'a kepada Allah,
Ya Allah yang mampu membolak-balik hati teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu (Al hadits)
Muslim hendaknya memelihara keteguhan hatinya di dalam agama Allah dan mencegah jari jemarinya dari perbuatan durhaka. Sebab, jari jemari itu akan menjadi saksi atas apa yang diperbuat pemiliknya. Al Qur-an menyatakan tentang kondisi hari kiamat dimana jari jemari manusia yang telah hancur bercampur tanah akan dikembalikan,
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75. Al Qiyamah:4)
Inilah penggambaran yang sempurna tentang kehidupan sesudah mati. Allah akan menyusun kembali tulang belulang manusia yang berserakan. Bahkan setiap ruas jari-jemari akan kembali utuh sebagaimana semula.. Si empunya jari jemari itu pun dituntut pertanggungjawaban terhadap apa yang telah diperbuat nya.
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin:65)
Tidak itu saja, persaksian terhadap sikap, ucapan, dan perilaku bukan hanya disampaikan oleh jari jemari tetapi juga oleh kulit manusia. Karena seperti halnya jari jemari setiap sel kulit akan kembali seperti semula untuk memberikan persaksian terhadap apa yang diperbuat oleh pemiliknya...
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 41. Fushshilat:20)
Mukjizat Allah, tanda 99 (Asmaul Husna) pada telapak tangan anda
Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat attachment), bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !
Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 )
Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran

Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:
jari kelingking                          ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk == > membentuk huruf lam (double)
jari jempol (ibu jari)                   ==> membentuk huruf ha'
Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).

Maka benarlah firman Allah SWT : "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" QS. Fushshilat 41:53

KEAJAIBAN SIDIK JARI
Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Qur-an semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban.. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.
Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.
Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja... Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.
Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 36. Yaasin:12)

Rabu, 19 Januari 2011

BOLEHKAH WANITA ZIARAH KUBUR





Ziarah kubur adalah hal yang disunnahkan, apakah hal ini khusus bagi pria atau juga bagi wanita? Artikel ini berasal dari jawaban dari pertanyaan tentang hukum ziarah kubur bagi wanita di suatu milis Islam I. ANJURAN UNTUK ZIARAH KUBUR (TERMASUK BAGI WANITA)
Rasulullah shallallahu waalaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang ziarahilah kubur [karena yang demikian itu dapat mengingatkan kalian akan akhirat] [dan dengan ziarah kubur dapat menambah kebaikan]. [Barangsiapa yang berkehendak untuk menziarahinya, maka ziarahilah, dan jangan kalian mengucapkan kata-kata yang bathil]."(HR. Muslim, Abu Daud, Al-Baihaqi, An-Nasai dan Ahmad)II. MENGAPA WANITA MASUK DALAM ANJURAN UNTUK ZIARAH KUBUR ?
Anjuran tersebut umum, bagi laki-laki ataupun wanita alasannya:

(1). Keumuman sabda Rasulullah tersebut diatas (tidak dibedakan antara laki-laki & wanita)

(2). illat (sebab) disyariatkannya ziarah kubur yaitu sabda Nabi: " ..Karena yang demikian dapat melunakkan hati, membuat meneteskan air mata, serta mengingat akhirat". Yang demikian ini (melunakkan hati, mengingat akhirat) perlu bagi laki-laki maupun wanita.

(3). Nabi telah memberi izin kepada kaum wanita untuk melakukan ziarah kubur, seperta dalam hadits yang dikisahkan Ummul Mukminin Aisyah ra.

Dari Abdullah bin Abi Malikah ra berkata: "Suatu hari aku menjumpai Aisyah dari kuburan, lalu aku bertanya: Wahai Ummul Mukminin, dari mana engkau? Ia menjawab, Dari kubur Abdurrahman bin Abi Bakar ra. Lalu aku bertanya lagi: Bukankah dahulu Rasulullah melarang menziarahi kubur? Aisyah menjawab: Sesungguhnya Rasulullah telah membolehkan untuk menziarahi kubur (HR. Ibnu Majah)

(4) Taqrir (persetujuan sikap/perbuatan) Nabi saw ketika beliau melewati sebuah kuburan dan dilihatnya seorang wanita tengah menangis diatas kuburan, kemudian beliau menasehati: Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." (HR. Bukhari dan lainnya)

Rasulullah saw tidak mengingkari perbuatan ziarah kubur wanita tersebut, beliau hanya menasihatkan agar bertakwa dan bersabar, karena wanita tersebut mengalami kesedihan yang dalam.
III. LARANGAN BAGI WANITA UNTUK TERLALU SERING ZIARAH KUBUR
Diriwayatkan hadits dari banyak sahabat bahwa Rasulullah melaknat wanita-wanita yang sering melakukan ziarah kubur. (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ahmad dan lainnya)

Imam Al-Qurthubi mengatakan: "Laknat yang tercantum dalam lafadz hadits itu ditujukan bagi wanita yang SERING melakukan ziarah kubur, melihat lafadz hadits tersebut menggunakan bentuk shiighat mubalaghah (bentuk penyangatan).

Jadi anjuran untuk ziarah kubur berlaku umum bagi laki-laki maupun wanita, adapun larangan wanita untuk terlalu sering ziarah kubur dapat diambil hikmahnya antara lain karena wanita biasanya kurang sabar dan kurang kontrol jika mengalami perasaan yang berat sehingga menimbulkan pelanggaran syariat.
IV. ZIARAH KUBUR SESUAI SYARIAT DAN ZIARAH KUBUR BIDAH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan bahwa ziarah kubur ada 2 yaitu ziarah kubur yang sesuai syariat dan ziarah kubur bidah.

(1) Ziarah kubur yang sesuai syariat, yaitu dengan dengan mengucapkan salam bagi ahli kubur dan mendoakannya.
(2) Ziarah kubur bidah, yaitu dengan mendatangi kubur para nabi, orang-orang shalih kemudian berdoa kepada mereka, minta tolong kepada mereka dan yang sejenisnya. Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Sahabat bahkan hal ini dilarang oleh para ulama-ulama muslimin.(Taisirul Alam)
V. LARANGAN BAGI WANITA MENGIRINGI JENAZAH
Adapun hukum wanita mengiringi jenazah adalah terlarang (larangan ini lebih bermakna penyucian), sebagaimana hadits dari Ummu Athiyah ra:" Dahulu kami dilarang (dalam riwayat lain, telah melarang kepada kami Rasulullah) untuk mengiringi jenazah."(HR. Bukhari, Muslim dan lainnya). Allahu taala alam.

Selasa, 18 Januari 2011

SILATURRAHIM..

Rahim secara bahasa berarti rahmah yaitu lembut dan kasih sayang. Tarahamal qaumu artinya saling berkasih sayang.
Imam Al-Azhary berkata yang dimaksud dengan firman Allah: "Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (Al-Anbiya': 107) adalah kasih sayang.
Tarahhama 'alaihi berarti mendoakan seseorang agar mendapatkan rahmat, istarhama berarti memohon-kan rahmat. Rajulun rahumun (orang laki-laki yang penyayang) dan imra'atun rahumun (perempuan yang penyayang). Ar-Rahmah fi bani adam, berarti kelem-butan dan kebaikan hati.
Seseorang dikatakan dekat dengan kerabat apabila dia telah memiliki kasih sayang dan kebaikan sehingga menjadi betapa baik dan sayang. Abu Ishaq berkata: Dikatakan paling dekat rahimnya yaitu orang yang paling dekat kasih sayangnya dan paling dekat hubungan kerabatnya.
Ar-ruhmu dan ar-ruhumu secara bahasa adalah ka-sihan dan simpati. Allah menyebut hujan dengan nama rahmat. Ibnu Sayyidih berkata bahwa yang dimaksud dengan ar-rahim dan ar-rihimu adalah rumah tempat tumbuhnya anak, dan jamaknya arhaam.
Al-Jauhary berkata ar-rahim berarti kerabat.
Imam Ibnu Atsir berkata bahwa dzu rahim adalah orang-orang yang memiliki hubungan kerabat yaitu setiap orang yang memiliki hubungan nasab dengan anda.
Imam Al-Azhary berkata ar-rahim adalah hubung-an dekat antara bapak dan anaknya dengan kasih sayang yang sangat dekat.
Allah Ta'ala berfirman:  "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan sila-turrahim." (An-Nisa': 1)
Orang Arab mengatakan: " Saya ingatkan engkau dengan takut kepada Allah dan hubungan silatur-rahim".



Dalil-dalil
Allah Ta'ala berfirman:  "Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling memin-ta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim." (An-Nisa': 1).
Keluarga adalah pondasi utama terbangunnya se-buah lingkungan masyarakat. Dan perekat pertama hubungan antar manusia adalah perekat hubungan yang bernilai rububiyah yang merupakan perekat hubungan yang paling dasar. Allah memuji hubungan manusia karena ikatan kekerabatan. Maka bertakwalah kepada Allah yang kamu saling berjanji dan berikrar dengan keagungan nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain dengan kebesaran nama-Nya dan kamu saling bersumpah satu sama lain dengan nama-Nya. Tumbuh-kanlah nilai takwa di antara kalian agar hubungan kerabat tetap bersambung dan langgeng. Hubungan kerabat adalah hubungan yang sangat penting setelah hubungan rububiyah dan perasaan takut kepada Allah. Kemudian, takut untuk memutuskan silaturrahim, selalu memperhatikan hak-haknya, menjaga kelestarian hu-bungan jangan sampai menghancurkan dan menganiaya kemesraannya, jangan sekali-kali mencoba mengusik dan menyentuh keutuhannya. Berusahalah untuk selalu dekat, cinta, hormat dan memuliakan silaturrahim. Jadikanlah kerinduan dan keteduhan hidup anda di bawah naungan dan kemesraan silaturrahim, Allah berfirman :  "Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan meng-awasi kamu". (An-Nisa': 1)
Dan Allah Ta'ala berfirman:  "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Tuhannya". (Ar-Ra'd: 21)
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan agar kita menyambung hubungan baik dengan orang faqir, hubungan baik dengan tetangga dan hubungan baik dengan kerabat dan sanak famili. Apabila manusia memutuskan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk dihubungkan, maka ikatan sosial masyarakat akan hancur berantakan, kerusakan menyebar di setiap tempat, kekacauan terjadi di mana-mana dan gejala sifat egoisme dan mau menang sendiri akan timbul dalam kehidupan sosial. Sehingga setiap individu masyarakat menjalani hidup tanpa petun-juk, seorang tetangga tidak tahu hak bertetangga, se-orang faqir merasakan penderitaan dan kelaparan sendirian dan hubungan kerabat berantakan, sehingga kehidupan manusia berubah menjadi kehidupan hewani serba tidak berharga.
Dari Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang senang diluaskan rizkinya dan ditunda umurnya, maka hendaklah bersilatur-rahim". (Muttafaq 'alaih)
Nasehat-Nasehat
Hiasilah wahai manusia hubungan kerabatmu dengan ridha Allah, langkah-langkahmu menuju ke tempat tinggal kerabatmu adalah keberkahan dan derajatmu akan tinggi di sisi Allah bila engkau melangkahkan kaki untuk bersilaturrahim. Malaikat rahmah selalu mengiringimu dan merupakan ibadah kepada Allah pada saat engkau bersilaturrahim serta engkau akan mendapatkan pahala dan pengampunan dari Allah. Tatkala engkau mengunjungi bibimu yang sedang sakit berarti engkau telah menghiburnya dan sebagai tanda keberhasilan dalam mendidikmu.
Saudara laki-laki dan saudara perempuan baik sekandung maupun hanya saudara sebapak atau seibu, atau sepersusuan, semuanya hendaklah saling menyayangi, menghormati dan menyambung hubungan kera-bat baik pada saat berdekatan atau berjauhan.
Hubungan persaudaraan khususnya antara saudara laki-laki dengan saudara perempuan memiliki sentuhan yang sangat unik yaitu sentuhan batin yang sangat lembut serta kesetiaan yang sangat dalam dan semakin hari semakin bertambah subur walaupun berjauhan jarak tempatnya.
Wahai saudariku sekandung, Allah mewasiatkan kepadaku agar aku selalu menyambung silaturrahim, secara fitrah kita bersaudara dan dengan Kitabullah kita diperintahkan bersilaturrahim serta Allah mengancam dengan siksa dan celaka bagi orang yang memutuskan hubungan kerabat.
Dari Jubair bin Muth'im bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak akan masuk Surga orang yang memutuskan hubungan kerabat". (Muttafaq 'alaih)
Menyambung silaturahim dengan paman dan bibi adalah termasuk bagian dari silaturrahim, berdasarkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah kamu tidak sadar bahwa paman seseorang adalah saudara bapaknya".
Menyambung hubungan kerabat dengan anak pe-rempuan dari saudara perempuan termasuk bersilatur-rahim dengan ibunya dan demikian pula bersilatur-rahim dengan saudara perempuan ibu. Dari Barra' bin Azib bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) memiliki keduduk-an seperti ibu". (Muttafaq 'alaih)
Dari Ibnu Mas'ud bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) adalah ibu". (HR. Ath-Thabrani)
Wanita adalah makhluk yang lemah dan menjadi kuat karena dengan adanya laki-laki. Pada saat saudara laki-laki berkunjung ke rumah saudara perempuan, maka dia bergembira dan berbahagia dengan kunjungan tersebut. Suami dan keluarganya juga ikut bergembira, dengan rasa bangga saudara perempuan tersebut bercerita kepada penduduk kampungnya bahwa saudara laki-laki tersebut datang berkunjung untuk mengetahui keadaan dan kesehatannya dan mereka itulah yang menjadi penopang hidupnya setelah Allah pada saat-saat susah dan kesulitan.
Betapa lezatnya makanan yang datang dari sauda-ra, bapak atau paman serta betapa berharganya hadiah yang datang dari saudara dan kerabat.
Saudara perempuan tersebut mengungkapkan kegembiraan dengan mengucapkan semoga Allah melu-ruskan niatmu wahai saudaraku, semoga Allah senantiasa memberi keselamatan kepada kalian dari setiap musibah, saya sangat berbahagia atas kehadiran kalian dan saya sangat bergembira dan bangga dengan kunjungan kalian di hadapan suami saya dan keluarganya. Wahai saudaraku tatkala kalian masuk ke rumahku seakan ruangan rumahku bercahaya dan seluruh rahasiaku ingin aku ungkapkan serta keadaanku berubah semua. Hadiah yang kalian berikan walaupun sederhana akan tetapi sangat berharga bagiku bukan karena mahalnya akan tetapi pemberian itu dari tangan kalian. Saya merasa bangga dan mulia dari seluruh manusia di dunia ini.
Wahai saudaraku, kunjungan kalian mendatangkan suasana baru bagi hidupku dan saya melihat ruangan rumahku seakan semakin cerah setelah kedatangan kalian. Kegembiraan yang tak mungkin dunia memberikannya kepadaku dan kebahagiaan seakan aku mampu memeluk bintang gejora. Tidak ada saat yang paling bahagia dalam umurku tatkala kalian memuliakan rumahku dengan kunjungan kalian.
Ya Allah saya bersaksi di hadapanMu bahwa sau-dara-saudaraku telah bersilaturrahim, maka sambunglah ya Tuhan Dzat Yang Maha Penyayang.
Wahai saudaraku, kalian hanya sekedar menunaikan kewajiban dan tugas kemasyarakatan, tetapi saya berbahagia selamanya yang tidak mungkin terhargai oleh apa pun.
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan makhluk sehingga setelah selesai menciptakan mereka, maka rahim berdiri dan berkata: Ini adalah kedudukan yang tepat bagi orang yang berlindung dari memutuskan hubungan silaturrahim, Allah Ta'ala berfirman: "Benar, bukankah engkau senang jika Aku menyambung orang yang menyambung silatur-rahim dan saya memutus orang yang memutuskan silaturrahim. Dia berkata: "Ya, Allah Ta'ala berfirman: "Itulah permohonanmu yang Aku kabulkan."
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bacalah jika kalian mau firman Allah Ta'ala (artinya): "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?" (Muhammad: 22)
Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anhu bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Rahim bergantung di 'Arsy, lalu berkata: "Barangsiapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskanku, maka Allah akan memutuskannya".
Sesungguhnya orang-orang yang berakal dan berfikir serta berhati yang jernih akan mampu mencerna makna nasihat kebenaran dan kemudian menjadi peringatan baginya.
Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hari hisab yang buruk". (Ar-Ra'd: 21)
Inilah sifat seorang mukmin, setiap apa-apa yang diperintahkan Allah Ta'ala untuk menghubungkan, maka mereka pun menghubungkan. Mentaati secara sempurna dan istiqamah di atas kebenaran dan berjalan di atas manhaj Kitabullah dan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam akan mampu menyelamatkan kita dari penyelewengan dan kesesatan.
Orang yang terbiasa tidak menjaga janji Allah dan tidak istiqamah di atas jalan lurus sesuai kehendak Allah, maka dia tidak mungkin mampu memegang janji dan ikatan dengan siapa pun. (Kholid Ar Rasyid)

Ahad, 16 Januari 2011

JANNAH....

Allah loves His servant more than the love of a mother to her son. When a mother loves her children, she will control her children from doing something that could endanger even something dangerous was highly favored by children. For example, a child just learning to crawl, crawl along the edge of the stairs. He would cry if blocked ... Why?

Mind the small children can not reach the mother's concerns. The child only knows to play alone, without knowing the dangers of playing on the edge of the stairs. Reach boy thought was shallow and short. Instead, urine is prohibited and prevented had seen the impending danger.

While the other one, sick boy. Write your urine medication. Children do not swallow the medicine. Bitter. But the happy mother persuaded, that drug. Boy still persist, then force the children to drink urine drug with a more hard and firm.

Once we have with God (even though the ratio is too far away). Human mind is limited. While the vast knowledge of Allah. So when He set a rule and event, there is wisdom behind it. Sometimes, the wisdom that can be reached by the mind and sometimes not.

But follow the believers. When the Messenger of Allah to convey, the friends will continue to say, "we obey, and we obey" although sometimes the order is very difficult and bitter. And in the event of a disaster, the friends will say, "was the promise of God took place." They are not human without feelings and thoughts, but when the dominant faith in the hearts, minds and feelings of being forced to obey the divine conditions.

When the order comes, the believers will respond that has been described by God through His Word:
"But in truth, when greeting the faithful are commanded to do something we have heard, we obey."
While they suffer when they say:
"Those who, when afflicted with calamity say, God we belong to Him we shall return."

They believe all God's commandments, such as prayer, fasting, patience, and so on are all well-meaning alone. And they also believe every calamity such as death, illness, failure, poverty and so forth, there is wisdom behind it. Thus, if we want to follow them, force yourself to get along with each order and receive every misfortune patiently. Rest assured, that God wanted the security and happiness for us with his command and his misfortune.
However, why are many people who do not obey the order and can not wait to disaster? This is all due to lack of knowledge and lack of faith. With the knowledge we know every calamity there is wisdom. With faith we can menteramkan satisfied with the remembrance of Allah. For those who really believe anything that comes from God is good despite the bad in the eyes of their own. They believe in what Allah Almighty to stress in a Hadith Qudsi:
"O son of Adam, if you are patient and find pleasure in the misfortune of the first time, so I do not meredhai pahalamu than heaven."
( by Ibn Majah (no: 1597)

Not one saddened by the disaster. No one feels when suffering from obeying God. But do not argue with pride. And do not be too much grief. What we are not sure yet Allah loves and knows?

It would be unfortunate boy who expresses his mother fed drugs ... But much worse, a slave who reject the wisdom of the disaster "rewarded" by the Lord! He will suffer twice. First, distressed by the accident. Second, the escape and tercabutnya wisdom behind the accident.

Thus, if now I, you, and we have been hit by disasters ... try to smile (even though very painful), blarney God. Hopefully we get jannah (paradise) in spite of this disaster! Amen.

Wallahua'lam



Jumaat, 14 Januari 2011

LEBIH BAIK DIAM....



Banyak Kelebihannya berdiam diri. Orang yang pendiam itu lebih baik daripada orang yang suka berbicara yang tidak keruan. Baik perangai dan pendiam , kedua-duanya adalah sifat yang baik dan tidak susah mengerjakannya, asalkan hati menyuruh empunya diri berbuat demikian.

Nabi SAW bersabda : "Mahukah kamu aku khabarkan kepadamu, dengan semudah-mudah ibadat dan sesenang-senang atas tubuh,ialah diam dan baik perangai."
(Riwayat Ibnu Abiddunya dari Shafwan bin Salim).

Jika tidak dapat berkata-kata yang baik lebih baik mendiamkan diri. Berkata baik itu hendaklah kepada semua orang .Ketika Nabi SAW disarankan agar mengutuk orang-orang musyrik,baginda menjawab : "Aku tidak diutuskan untuk (melemparkan) kutukan,tetapi sesungguhnya aku diutuskan sebagai (pembawa) rahmat."
(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Demikian juga kepada orang bawahan sama ada kerana usia atau pangkat. Anas r.a , pembantu rumah tangga Nabi SAW berkata: "Aku membantu rumah tangga Nabi SAW selama sepuluh tahun dan belum pernah baginda mengeluh " Ah!" terhadapku dan belum pernah beliau menegur ,kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini? "
(Riwayat Ahmad)

Ingatlah kepada sabda Nabi SAW : "Seorang Mukmin bukanlah pengumpat ,yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor"
(Riwayat Bukhari)

"Barangsiapa yg banyak perkataannya, nescaya banyaklah silapnya. Barangsiapa yg banyak silapnya, nescaya banyaklah dosanya. dan barangsiapa yg banyak dosanya, nescaya neraka lebih utama baginya".
(Riwayat Abu Naim)

Jelaslah bahawa, ada hikmah yang tersembunyi di sebalik 'diam', usah gusar di label 'budak yang pendiam'.

Kalau orang menghina kita, bukan kita terhina,
yang sebenarnya orang itu menghina dirinya sendiri.

Diam orang mukmin itu ibadah,
Ibadah tanpa perbuatan,
Ibadah rasa,
Ibadah ini tidak meletihkan,

Kadang-kadang ibadah ini lebih baik daripada ibadah sunat,
Yang hatinya didalam kelalaian,
Macamana orang mukmin itu diamnya menjadi ibadah?

Kadang-kadang memikirkan dosanya,
Kadang-kadang memikirkan apa kebaikan yang nak dibuat,
Kadang-kadang memikirkan nak menolong kawan,
Kadang-kadang dia terasa kebesaran Tuhan,

Atau dia meniatkan, dia diam itu,
Tidak mahu bercakap yang bukan-bukan,
Kadang-kadang dia diam itu,
kalau dia bercakap,
Takut dia melakukan kesalahan,
Seperti dia mengumpat atau,
Kalau dia bercakap, takut-takut menyakiti hati orang,
Atau dia diam itu, menghormati percakapan orang,

Mungkin orang itu bercakap baik dapat pengajaran,
Atau dia hendak mengenal orang yang bercakap itu,
Baik atau jahat,
Dia biarkan saja orang itu bercakap,
Dan mendengar sahaja,
Kerana nak mengenal orang itu,

Kadang-kadang dia diam itu memikirkan dosa-dosa yang lalu,
Ataupun kecuaian dan kelalaian,
Yang telah dibuat, supaya dia bertaubat,
Ataupun mengingatkan ilmu pengetahuan,
Ataupun pengetahuan yang dilupakan datang semula ingatan,

Itulah yang dikatakan oleh pepatah Melayu,

"Diam-diam ubi berisi"

atau
"Diam-diam tong kosong"


HIKMAH BERDIAM DIRI


Manusia berbicara setiap masa. Bicara yang baik akan membawa keselamatan dan kebaikan kepada manusia. Jika bicara tidak mengikut adabnya, manusia akan merana di dunia dan di akhirat. Di dunia akan dibenci oleh manusia lain manakala di akhirat bicara yang menyakiti hati orang lain akan menyebabkan kita tersiksa kekal abadi di dalam neraka Allah SWT.

Bagi mereka yang beriman, lidah yang dikurniakan oleh Allah itu tidak digunakan untuk berbicara sesuka hati dan sia-sia. Sebaliknya digunakan untuk mengeluarkan mutiara-mutiara yang berhikmah.Oleh karena itu, DIAM adalah benteng bagi lidah manusia daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia.

Banyak diam tidak semestinya bodoh, banyak bicara tidak semestinya cerdik,
karena kecerdikan itu buah fikiran, orang cerdik yang pendiam lebih baik dari orang bodoh yang banyak bicara.


HIKMAH DIAM
1. Sebagai ibadah tanpa bersusah payah.
2. Perhiasan tanpa berhias.
3. Kehebatan tanpa kerajaan.
4. Benteng tanpa pagar.
5. Kekayaan tanpa meminta maaf kepada orang.
6. Istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal.
7. Menutupi segala aib.

Rasullulah bersabda mengenai kelebihan diam yang bermaksud:

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam". (Riwayat Bukhari & Muslim)

"Barangsiapa diam maka ia terlepas dari bahaya". (Riwayat At-Tarmizi)

Menasihati Orang yang bersalah , tidak salah.
Yang salah memikirkan kesalahan orang.


Manusia tidak akan dapat mengalahkan syaitan kecuali dengan Jalan yang terbaik ialah diam. Diam kalau kita tidak dapat berbicara kearah perkara-perkara yang baik. Bicara yang baik adalah lambang hati yang baik dan bersih yang bergantung kepada kekuatan iman pada diri manusia.

Khamis, 13 Januari 2011

HUKUM MELINTAS DI HADAPAN ORANG YG SEDANG SOLAT

Amat perlu kita semua menasihatkan diri dan semua yang dikenali agar menjauhi sikap melintas di hadapan orang solat, terutamanya bagi mereka yang amat prihatin dalam hal solat. Salah satu tanda keperihatinan seseorang itu dengan solatnya adalah apabila ia meletakkan ‘penghadang' khusus (sutrah)di depannya ketika solat sunat seorang diri.

Tegahan melintas di hadapn orang solat ini disebut dalam dua hadis ini, sabda Nabi s.a.w :-

لو يَعْلَمُ الْمَارُّ بين يَدَيْ الْمُصَلِّي مَاذَا عليه لَكَانَ أَنْ يَقِفَ أَرْبَعِينَ خَيْرًا له من أَنْ يَمُرَّ بين يَدَيْهِ قال أبو النَّضْرِ لَا أَدْرِي أَقَالَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا أو شَهْرًا أو سَنَةً

Ertinya : Sekiranya seorang yang melalui di hadapan orang yang sedang bersolat ini mengetahui apa jenis dosanya (lalu di hadapan orang solat) nescaya akan berhenti menunggu empat puluh lebih baik dari lalu di hadapan orang solat ini, berkata : aku tidak tahu samada Nabi menyebut EMPAT PULUH hari atau bulan atau tahun" ( Riwayat Al-Bukhari) [1]
Dan sebuah lagi hadis menunjukkan besarnya dosa lalu di hadapan orang solat :-

إذا صلى أحدكم إلى شَيْءٍ يَسْتُرُهُ من الناس فَأَرَادَ أَحَدٌ أَنْ يَجْتَازَ بين يَدَيْهِ فَلْيَدْفَعْهُ فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ فَإِنَّمَا هو شَيْطَانٌ

Ertinya : Apabila seorang kamu sedang solat dan mempunyai sutrah menghalangnya, dan jika tiba-tiba ada orang yang ingin mencerobohi hadapannya maka hendaklah ia menegahnya, jika ia (yang ingin menyeberang) enggan berhenti, hendaklah kamu bersungguh menghalangnya kerana ia adalah Syaitan" ( Riwayat Al-Bukhari) [2]

Jelas dari dalil-dalil ini, sangat perlu untuk kita meletakkan sutrah (penghadang) agar tiada individu yang mendapat dosa kerana melalui di hadapan kita selain merosakkan solat kita. Selain itu, amat perlu juga kita menahan sekiranya terdapat individu ingin melintas sewaktu kita menunaikan solat.

Ada yang bertanya kepada saya, mengapakah dosa melintas ini kelihatan terlalu besar?. Jawabnya mudah.

Anggaplah apabila anda melintas di hadapan orang yang solat, individu tersebut telah menunjukkan kebiadapannya terhadap Allah s.w.t, tiada hormat kepada Allah yang sedang berhadap kepada orang yang solat. Keadaan ini jelas dari sabdaan baginda nabi s.a.w :-

فإذا صَلَّيْتُم فَلا تَلتَفِتُوا , فإنّ اللهَ يَنْصِبُ وَجْهُه لِوَجْهِ عَبْدِهِ فِي

صَلاتِهِ مَا لمْ يَلتَفِتْ

Ertinya : "Apabila kamu solat, janganlah kamu menoleh (ke sana sini yakni tidak fokuskan pandangan), kerana Allah SWT mengarahkan wajahNya ke wajah hambanya yang sedang bersolat selagi mana hambanya tidak menoleh ke lain" ( Al-Bukhari dan Abu Daud) [3]

Jelas, individu yang lalu TANPA HORMAT kepada Allah dan orang yang bersolat melintas. Secara langsung juga, individu itu juga biadap kepada orang yang sedang solat....



Rabu, 12 Januari 2011

SOLAT DHUHA



Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadat kepada-Ku. (al-Dhariyat: 56)
Allah s.w.t. Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. Dia tidak menciptakan makhluk-Nya dengan sia-sia dan tiada manfaatnya. Malah Allah yang Maha Bijaksana tidak membiarkan mereka dalam keadaan terkapai-kapai tanpa pedoman dan panduan, terbiar tanpa pengisian dan amalan.

Bahkan dengan rahmat dan kurniaan nikmat-Nya yang tidak terhingga kepada manusia, Allah s.w.t. dan Rasul-Nya menunjukkan jalan-jalan ibadat dan ketaatan, begitu juga pintu-pintu kebaikan dan kebajikan untuk diamalkan sesuai dengan falsafah sebenar penciptaan jin dan manusia seperti ayat di atas. Salah satu ibadat sunat yang dianjurkan ialah solat sunat Dhuha.

“Menurut mazhab jumhur ulama iaitu Imam Malik, Syafie dan Ahmad, solat ini hukumnya sunat muakkad (sunat yang sangat dituntut) sedangkan Imam Abu Hanifah hanya memandangnya sebagai suatu amalan sunat biasa.

“Justeru, sunah yang ditinggalkan Baginda Rasulullah ini eloklah dijadikan amalan bertepatan dengan hadis yang bermaksud: Junjunganku tercinta, Nabi Muhammad s.a.w. telah berwasiat supaya aku mengerjakan tiga perkara iaitu:

Berpuasa tiga hari pada tiap-tiap bulan (13, 14 dan 15 haribulan daripada bulan Qamariah), mengerjakan dua rakaat solat Dhuha dan juga supaya aku mengerjakan solat Witir sebelum aku tidur,” kata Nidzamuddin dalam temu bual baru-baru ini.

Kelebihan

Menjelaskan kelebihan mereka yang mengamalkan solat ini, kata Nidzamuddin, setiap amalan kebajikan pasti memperoleh ganjaran setimpal daripada Allah s.w.t.. Pun begitu, ia mestilah dilengkapi dua syarat utama iaitu ikhlas dan menepati syariat.

“Setiap ibadat yang disyariatkan juga pasti tersirat hikmah dan fadilat yang tersendiri. Cuma usah pula hikmah dan fadilat ini yang diutamakan. Dibimbangi ia menjadi suatu tabiat di mana kita beramal lantaran hikmat semata-mata bukan lahir daripada rasa keinsafan diri.

“Namun demikian, terdapat nas-nas hadis nabawi yang menggesa umatnya melakukan amalan solat sunat Dhuha dengan disebutkan fadilatnya bagi menambahkan semangat dan keinginan untuk melakukan amalan mulia ini.

“Di antaranya hadis riwayat Abu Dzar bahawa Nabi s.a.w. bersabda maksudnya: Setiap orang menjelang pagi, berdasarkan tulang temulang sendi memerlukan sedekah. Tiap-tiap tasbih itu sedekah, tiap-tiap tahmid sedekah, tiap-tiap tahlil adalah sedekah dan tiap-tiap takbir adalah sedekah. Menyeru makruf adalah sedekah, mencegah mungkar adalah sedekah. Semuanya itu sama nilainya dengan dua rakaat solat Dhuha,” kata Nidzamuddin.

Selain itu, solat ini juga adalah tanda kesyukuran seorang hamba yang dikurniakan lengkap sendi tulangnya sebanyak 360 batang pada setiap pagi yang dilaluinya. Justeru, dhuha atau pagi yang penuh nikmat Ilahi itu disyukuri dengan menyembah Allah, simbolik kepada terima kasih seorang hamba kepada Penciptanya.

Persoalan yang sering timbul berkaitan solat ini adalah dari segi keutamaannya kerana ia berada dalam waktu bekerja. Akui Nidzamuddin, kedua-dua perkara tersebut memang ada kedudukan dan kepentingannya masing-masing.

Pokoknya cara seseorang itu mengendalikannya mestilah seimbang dan saksama antara tanggungjawab duniawi dan tuntutan ukhrawi.

Hakikatnya, umat Islam perlu memahami kedudukan solat ini. Pertama, sebaik-baiknya, ia dilakukan di rumah agar dapat dikerjakan dengan lebih sempurna. Jadi, jika di tempat bekerja, lakukan dengan menggunakan masa yang sebaik mungkin.

Kedua, sifat solat ini ringkas dan mudah dilaksanakan di mana-mana tempat (baik di surau atau bilik sendiri). Masanya pula hanya mengambil masa empat hingga lima minit. Jadi, apalah salah kalau ia dibudayakan.

Ketiga, pada dasarnya ia adalah sunat hukumnya malah Baginda jua tidak melaksanakannya dalam bentuk yang konsisten. Hal ini diterangkan oleh Aishah: Aku tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w. mendirikan sembahyang sunat Dhuha. Sesungguhnya aku mendirikan sembahyang Dhuha walaupun Rasulullah meninggalkannya. Tetapi pada hakikatnya Baginda suka melakukannya, ini adalah kerana Baginda bimbang jika selalu mengamalkannya, orang ramai akan mewajibkan ke atas diri mereka. (Riwayat Muslim).

Oleh itu lakukan solat ini di rumah atau di tempat kerja selagi mana ia tidak memberatkan atau menghalang tugas-tugas lain yang lebih utama dan penting.



Ruang waktu dan waktu afdal

Sesuailah dengan namanya dhuha yang bermaksud pagi. Jadi ruang waktunya bermula kira-kira 20 minit selepas terbit matahari atau disebut dalam kitab-kitab fikah sebagai tinggi matahari daripada pandangan jauh sekadar satu al-Rumh atau batang lembing yakni kira-kira dua meter. Waktu solat ini pula berakhir sebelum menjelang waktu Zuhur. Jadi, secara mudahnya dapat difahami bahawa batas waktu solat sunat Dhuha ini antara pukul 7 pagi hingga 1 petang.

Berkenaan waktu afdalnya pula iaitu ketika sinar matahari kian panas berdasarkan sepotong hadis Nabi s.a.w. yang dirakamkan oleh Zaid bin Arqam.

Rasulullah s.a.w. menjelaskan: Solat Dhuha ini afdalnya ketika matahari telah meninggi dan kian panas sinarnya. Imam Nawawi menghuraikan masa tersebut sebagai masa berlalunya seperempat tempoh siang hari iaitu pukul 10 pagi hingga 1 petang (Kitab al-Majmu' karangan Imam Nawawi).

Justeru, waktu sedemikian eloklah dilaksanakan solat tersebut, apatah lagi pada saat itu badan memerlukan ‘rehat sebentar’ setelah penat bekerja. Maka disarankan juga sekiranya masa tersebut diisi sekadar empat hingga lima minit dengan sujud menyembah Ilahi sama ada di rumah atau di tempat kerja dengan syarat tidak mengetepikan perkara-perkara atau urusan yang wajib dan utama daripada yang sunat.

Bilangan rakaat

Yang masyhur di kalangan para ulama adalah paling minimum dua rakaat sahaja dan bilangan yang maksimum adalah lapan rakaat. Cuma terdapat juga pendapat sebilangan ulama yang mencadangkan bilangan yang paling afdal iaitu empat rakaat (dilakukan secara dua kali salam). Ini bersandarkan hadis Aishah (Riwayat Imam Abu Daud) menjelaskan bahawa Nabi melakukannya sebanyak empat rakaat. Begitu juga hadis Qudsi yang disampaikan oleh Nu’aim yang bermaksud: Wahai anak Adam! Usahlah dikau lemah daripada mengerjakan empat rakaat Dhuha. Demikian itu pasti melengkapi kebajikan genap satu hari yang dikau jalani. (Riwayat Imam Abu Daud dengan sanad yang sahih)

Solat ini juga diriwayatkan berjumlah enam rakaat (tiga kali salam) seperti hadis Nabi yang disebutkan oleh Jabir bin Abdullah. (Riwayat Imam al-Tabarani)

Dalam pada itu, ada juga riwayat yang dirakamkan oleh Anas bin Malik menjelaskan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: Barang siapa yang menunaikan solat sunat Dhuha sebanyak 12 rakaat maka nescaya Allah s.w.t. akan membina sebuah mahligai di dalam syurga kelak. (Riwayat Imam al-Tirmizi)

Tegasnya, bilangan yang masyhur adalah antara dua hingga lapan rakaat. (Kitab al-Majmu' karangan Imam Nawawi). Oleh itu, eloklah ia dijadikan sandaran bagi amalan kita.