Sabtu, 27 November 2010

NASIHAT LUKMAN AL HAKIM KEPADA ANAKNYA

                                                                                 
Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup.



"Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan badah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."



"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."



"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."



"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."



"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."



"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:



1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.

2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.

4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5. Ingatlah Allah selalu.

6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu

7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

MANUSIA YANG DIDOAKAN MALAIKAT...


                                                                                                                                                                               
                                                                                           


1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”.

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”


3. Orang – orang yang berada di saff barisan depan di dalam solat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang – orang) yang berada pada shaf – shaf terdepan”


4. Orang – orang yang menyambung saff pada solat berjemaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang – orang yang menyambung shaf – shaf”


5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.


6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia”



7. Orang – orang yang melakukan solat subuh dan ‘asar secara berjama’ah.
Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’”


8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’”


9. Orang – orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit’”


10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh”


12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”

Jumaat, 26 November 2010

NERAKA

                                                                               
Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik saja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka di sebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Manusia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

Diriwayatkan bahawa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : "Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras."

Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan saja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.
Wallahu'alam....

Rabu, 24 November 2010

Tujuh Gambaran Wajah Mayat Di Alam Kubur Berpandukan Amalan Mereka.

(sekadar gambar hiasan)
                                                                                      




Berikut ialah 7 jenis wajah mayat di dalam kubur:

1. Mayat yang mukanya berpaling dari arah kiblat.

Itulah petanda bahawa semasa hidupnya dia telah melakukan perkara syirik kepada Allah SWT.

Syirik ialah dosa yang paling besar dalam Islam.

Dosa syirik, yakni mempersekutukan Allah SWT, tidak diampunkan Allah SWT dan kekal dalam neraka selama-lamanya.

2. Mayat yang mukanya seperti babi.

Itulah petanda semasa hidupnya dia tidak melakukan solat lima waktu dan tidak menjaga solat lima waktu serta lalai dalam solatnya.


Firman Allah SWT: "Sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."

(Al-Ankabut:45)

Sesungguhnya solat dapat mencegah diri dari melakukan perbuatan keji dan mungkar.

Perbuatan keji dan mungkar ini banyak, bukan hanya berduaan ditempat gelap, minum arak, berjudi sahaja.

Tidak menutup aurat juga satu perbuatan yang keji.

Bayangkanlah sejak dari baligh lagi tak pernah menutup aurat, berapa banyak dosa yang telah dikumpulkan!

3. Mayat yang kepala menjadi batu yang hitam legam.

Itulah mayat yang semasa hidupnya menderhaka kepada kedua ibu-bapanya.

Menderhaka kepada kedua ibu bapa adalah antara dosa terbesar di dalam Islam.

4. Mayat yang perutnya buncit dan meletup.

Itulah mayat yang semasa hidupnya suka memakan dari sumber atau harta yang haram.

Harta yang haram banyak jenisnya.

Antaranya mencuri, merompak, memakan harta atau hak anak yatim dan fakir miskin dan sebagainya.

5. Mayat yang kukunya mencengkam dan melilit seluruh tubuhnya.

Itulah mayat yang semasa hidupnya suka berkelahi, mengata dan mengumpat orang.

6. Mayat yang keluar mata air dari kuburnya dan air itu baunya lebih busuk dari bangkai.

Itulah mayat orang yang semasa hidupnya suka makan riba'.

7. Mayat yang wajahnya tersenyum.

Itulah mayat yang semasa hidupnya berilmu dan beramal soleh secara ikhlas semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT.

Akhirnya diredhai Allah SWT dan mendapat Husnul Khotimah di akhir hayatnya.

Wallahua'lam.




                                                                          

Selasa, 23 November 2010

TAUBAT......





Dosa dan maksiat menjauhkan
hamba dari Tuhannya. Ia mengundang
kemurkaan dan laknat Tuhan.
Ia menghijab dari rahmat dan kasih
sayang Tuhan.
Jalan untuk kembali kepada rahmat
dan kasih sayang Tuhan ialah taubat.
Bertaubat itu wajib hukumnya. Wajib
pula kita bersegera dalam bertaubat.
Sesiapa yang menangguh-nangguhkan
taubat sentiasa berada dalam dosa dan
kemurkaan Tuhan.

Bagi orang Islam, taubat itu mudah.
Cukup empat syarat maka sahlah taubat.

Syarat-syaratnya ialah:
a. Menyesal
b. Berhenti dari membuat dosa atau
maksiat
c. Berazam tidak mengulangi maksiat
d. Kalau dosa itu bersabit degan orang lain, kena minta
maaf atau minta halal darinya.
Taubat sebenarnya adalah amalan hati. Ia amalah rohaniah.
Bertaubat adalah perkara hati. Itu sebabnya, syarat pertama
dalam taubat ialah menyesal. Tanpa penyesalan, taubat itu
tidak dinamakan taubat. Penyesalan berpunca dari hati.
Penyesalan adalah pokok taubat. Itu perkara pertama dan
utama yang dilihat oleh Tuhan apabila seseorang hamba itu
bertaubat.

Taubat yang penuh dengan penyesalan sudah tentu akan
menyebabkan perubahan. Ia tentu berkesan dalam mengubah
sikap, perangai dan amalan lahir seseorang. Orang yang benarbenar
bertaubat yang taubatnya penuh dengan penyesalan
pasti akan dilihat berubah dan berbeza dari sebelum dia bertaubat.
Kalau perangai, sikap dan amalan lahirnya tidak
berubah menjadi baik, nyatalah bahawa taubatnya belum
benar-benar disertai dengan penyesalan.
Oleh itu, empat syarat taubat sahaja tidak cukup. Atas
dorongan perasaan sesal dihatinya, orang yang bertaubat itu
perlu berusaha memperbaiki dirinya. Antara perkara-perkara
yang patut diusahakan adalah seperti berikut:
• Menambah ilmunya terutama ilmu agama
• Menambah ibadahnya
• Menukar kawannya dan memilih kawan yang baik dan
sehaluan
• Meninggalkan kemegahan dunianya.
• Berhenti daripada bangga dan sombong
• Mengubah akhlak menjadi baik
• Sentiasa berusaha berlaku benar
• Jangan redha dengan maksiat

Di samping itu, orang yang bertaubat dengan penuh
penyesalan sudah tentu serius dalam bertaubat. Dia tentu
bersungguh-sungguh mahukan supaya dosa-dosanya di-
ampunkan Tuhan. Dia tidak akan rasa cukup hanya dengan
empat syarat taubat seperti yang diterangkan sebelum ini dan
usaha-usahanya untuk memperbaiki diri. Tidak ada jaminan
apa-apa bahawa Tuhan akan menerima taubatnya hanya di
atas dasar empat syarat tersebut.
Memang Tuhan itu Maha Pengampun dan Maha Menerima
Taubat. Namun orang yang benar-benar menyesal dan serius
dalam taubatnya tidak akan rasa cukup hanya dengan empat
syarat itu. Dia akan tambah taubatnya dengan perkara-perkara
dan amalan-amalan lain untuk menguatkan dan memastikan
taubatnya benar-benar diterima Tuhan dan dosanya diampunkan.

Diantaranya adalah:
Pertama, dia akan rela menerima segala ujian dan mehnah
dari Tuhan. Dia akan berusaha untuk sabar dan redha dengan
apa sahaja ujian yang Tuhan timpakan padanya. Dia akan
menerima ujian Tuhan dengan hati yang bersedia, tenang dan
terbuka. Walaupun ujian itu berat, pedih dan menyakitkan,
dia tetap akan berbaik sangka dengan Tuhan dan tidak akan
berputus asa dari rahmat Tuhan.

Ini kerana ujian dan mehnah itu adalah penghapusan dosa.
Walaupun dia sudah bertaubat, tidak ada jaminan segala dosadosanya
itu akan terhapus hanya dengan taubatnya itu. Dia
perlu juga membersihkan dirinya dari dosa melalui jalan -jalan
lain termasuk melalui ujian-ujian yang Tuhan datangkan
padanya. Hadis ada menyebut yang bermaksud:

“Tidak terkena anak Adam itu walaupun satu tusukan
duri melainkan diampunkan dosanya.”
Kedua, dia akan membuat amalan kebajikan sebanyakbanyaknya
kerana ini akan melenyapkan dosanya. Ada hadis
yang bermaksud:

“Iringilah kejahatan kamu dengan sebanyak-banyak
kebajikan, nescaya ia akan memadamkan kejahatan
kamu.”

Isnin, 22 November 2010

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

                                                                                                                                                                                               



01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

“Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71)

AYAH,TARIK TANGAN SAYA NI,KAKI SAYA TERLEKAT..

                                                                                    
Hairan saya melihat beberapa orang kampung berkumpul di kedai pada tengah hari itu.

I September 1994.

Serius mereka berbual hingga dahi berkerut-kerut.
Lepas seorang bercerita yang lain menggeleng - gelengkan kepala.
Pasti ada sesuatu yang ‘besar’ sedang mereka bincangkan,
kata saya di dalam hati.
Setelah injin motosikal di matikan, saya berjalan ke arah mereka.

” Bincang apa tu ?
Serius aku tengok,” saya menyapa.

” Haaa… Din, kau tak pergi tengok budak perempuan tak boleh keluar dari kubur emak dia ?”
kata Jaimi, kawan saya.

” Budak perempuan ?
Tak boleh keluar dari kubur ?
Aku tak fahamlah,” jawab saya.




Memang saya tak faham kerana lain benar apa yang mereka katakan itu.

” Macam ni,” kata Jaimi, lalu menyambung, ”
di kubur kat kampung Batu 10 tu,
ada seorang budak perempuan tolong kebumikan emak dia,
tapi lepas itu dia pula yang tak boleh keluar dari kubur tu.
Sekarang ni orang tengah nak keluarkan dia… tapi belum boleh lagi “.

” Kenapa jadi macam tu ? ”
saya bertanya supaya Jaimi bercerita lebih mendalam.
Patutlah serius sangat mereka berbual..
Jaimi memulakan ceritanya...

Kata beliau, memandangkan semalam adalah hari kelepasan semperna Hari Kebangsaan,
budak perempuan berumur belasan tahun itu meminta wang daripada ibunya untuk keluar bersama kawan-kawan ke Bandar Sandakan.
Bagaimana pun,
ibunya yang sudah berusia dan sakit pula enggan memberikannya wang.

” Bukannya banyak, RM 20 aja mak !” gadis itu membentak.

” Mana emak ada duit. Mintak dengan bapa kamu,” jawab ibunya, perlahan.

Sambil itu dia mengurut kakinya yang sengal.
Sudah bertahun-tahun dia mengidap darah tinggi,
lemah jantung dan kencing manis.

” Maaak… kawan-kawan semuanya keluar.
Saya pun nak jalan jugak,” kata gadis itu.

” Yalah, mak tau… tapi mak tak ada duit,” balas ibunya.

” RM 20 aja !” si gadis berkata.

” Tak ada ,” jawab ibunya.

” Emak memang kedekut !” si gadis mula mengeluarkan kata-kata keras.

” Bukan macam tu ta…” belum pun habis ibunya menerangkan,
gadis tersebut menyanggah, katanya,

” Ahhh… sudahlah emak ! Saya tak mau dengar ! ”

” Kalau emak ada du… ” ibunya menyambung ,
tapi belum pun habis kata-katanya,
si gadis memintas lagi,

katanya ; ” kalau abang, boleh, tapi kalau saya minta duit, mesti tak ada !”

Serentak dengan itu, gadis tersebut menyepak ibunya dan menolaknya ke pintu.
Si ibu jatuh ke lantai .

” Saida.. Sai.. dddaaa..” katanya perlahan sambil mengurut dada.
Wajahnya berkerut menahan sakit.
Gadis tersebut tidak menghiraukan ibunya yang terkulai di lantai.
Dia sebaliknya masuk ke bilik dan berkurung tanda protes.
Di dalam bilik, di balingnya bantal dan selimut ke dinding.

Dan Sementara diluar, suasana sunyi sepi.
Hampir sejam kemudian, barulah gadis tersebut keluar.
Alangkah terkejutnya dia kerana ibunya tidak bergerak lagi.
Bila di pegang ke pergelangan tangan dan bawah leher , tidak ada lagi nadi berdenyut.

Si gadis panik.
Dia meraung dan menangis memanggil ibunya, tapi tidak bersahut.
Meraung si gadis melihat mayat ibunya itu.
Melaui jiran-jiran, kematian wanita itu di beritahu kepada bapa gadis yang bekerja di luar.

Jaimi menyambung ceritanya ;
” Mak cik tu di bawa ke kubur pukul 12.30 tadi.

Pada mulanya tak ada apa-apa yang pelik,
tapi bila mayatnya nak di masukkan ke dalam kubur,
ia jadi berat sampai dekat 10 orang pun tak terdaya nak masukkannya ke dalam kubur.
Suaminya sendiri pun tak dapat Bantu.

” Tapi bila budak perempuan tu tolong,
mayat ibunya serta-merta jadi ringan.
Dia seorang pun boleh angkat dan letak mayat ibunya di tepi kubur.”

Kemudian gadis berkenaan masuk ke dalam kubur untuk menyambut jenazah ibunya.
Sekali lagi beramai-ramai penduduk kampung mengangkat mayat tersebut dan menyerahkannya kepada gadis berkenaan.

Tanpa bersusah payah, gadis itu memasukkan mayat ibunya ke dalam lahad.
Namun apabila dia hendak memanjat keluar dari kubur tersebut,
tiba-tiba kakinya tidak boleh di angkat .
Ia seperti di paku ke tanah.
Si gadis mula cemas.

” Kenapa ni ayah ?” kata si gadis.

Wajahnya serta-merta pucat lesi.

” Apa pasal,” Si ayah bertanya.

” Kaki Saida ni.. tak boleh angkat !” balas si gadis yang kian cemas.
Orang ramai yang berada di sekeliling kubur mula riuh.
Seorang demi seorang menjenguk untuk melihat apa yang sedang berlaku.




” Ayah, tarik tangan saya ni.
Kaki saya terlekat… tak boleh nak naik,” gadis tersebut menghulurkan tangan ke arah bapanya.

Si bapa menarik tangan anaknya itu, tetapi gagal.
Kaki gadis tersebut melekat kuat ke tanah.
Beberapa orang lagi di panggil untuk menariknya keluar, juga tidak berhasil.

” Ayah… kenapa ni ?? !!

Tolonglah Saida , ayah..” si gadis memandang ayah dan
adik-beradiknya yang bertinggung di pinggir kubur.
Semakin ramai orang berpusu ke pinggir kubur.
Mereka cuba menariknya beramai-ramai namun sudah ketentuan Allah,
kaki si gadis tetap terpasak di tanah.
Tangisannya bertambah kuat.

” Tolong saya ayah, tolong saya…
kenapa jadi macam ni ayah?”
kata si gadis sambil meratap.

” Itulah, kamu yang buat emak sampai dia meninggal .
Sekarang ayah pun tak tau nak buat macam mana,”
jawab si ayah selepas gagal mengeluarkan anaknya itu.

Dia menarik lagi tangan gadis yang berada di dalam kubur tapi tidak berganjak walau seinci pun. Kakinya tetap terpahat ke tanah.

” Emak… ampunkan Saida emak, ampunkan Saida…” gadis itu menangis .
Sambil itu di peluk dan di cium jenazah.
Air matanya sudah tidak boleh di empang lagi.

” Maafkan Saida emak,
maafkan , Saida bersalah, Saida menyesal…
Saida menyesal..
Ampunkan Saida emak,” dia menangis lagi sambil memeluk jenazah ibunya yang telah kaku.

Kemudian gadis itu menghulurkan lagi tangannya supaya boleh ditarik keluar.
Beramai-ramai tangannya supaya boleh di tarik keluar.
Beramai-ramai orang cuba mengeluarkannya namun kecewa.

Apabila terlalu lama mencuba tetapi gagal,
imam membuat keputusan bahawa kubur tersebut perlu dikambus.




” Kita kambus sedikit saja,
sampai mayat ibunya tak dapat di lihat lagi.
Kita tak boleh biarkan mayatnya macam tu aja…
kalau hujan macam mana ? ” kata imam kepada bapa gadis berkenaan.

” Habis anak saya ?” tanya si bapa.

” Kita akan terus cuba tarik dia keluar.
Kita buat dua-dua sekali,
mayat isteri awak di sempurnakan,
anak awak kita selamatkan,” balas imam.

Lelaki berkenaan bersetuju.
Lalu seperti yang di putuskan,
upacara pengebumian terpaksa di teruskan sehingga selesai, termasuk talkinnya.
Bagaimana pun kubur di kambus separas lutut gadis saja,
cukup untuk menimbus keseluruhan jenazah ibunya.
Yang menyedihkan , ketika itu si gadis masih di dalam kubur.
Bila talking di baca, dia menangis dan meraung kesedihan.
Sambil itu dia meminta ampun kepada ibunya dengan linangan air mata.
Selesai upacara itu, orang ramai berusaha lagi menariknya keluar.
Tapi tidak berhasil.

” Bila dah lama sangat, aku balik kejap untuk makan.
Dah lapar sangat.
Lepas itulah aku singgah ke kedai ni.
Lepas ni aku nak ke kubur lagi.
Nak tengok apa yang terjadi,” kata Jaimi.

” Aku pun nak pergilah,” kata saya.
Lalu kami semua menunggang motosikal masing-masing menuju ke kubur.
Kami lihat orang ramai sudah berpusu-pusu di sana.
Beberapa buah kereta polis juga kelihatan di situ.
Saya terus berjalan pantas menuju kubur yang di maksudkan dan
berusaha menyusup ke celah-celah orang ramai yang sedang bersesak-sesak.

Setelah penat berusaha,
akhirnya saya berjaya sampai ke barisan paling hadapan.
Malangnya saya tidak dapat melihat gadis tersebut kerana di depan kami telah di buat kepungan tali. Kubur itu pula beberapa puluh meter daripada kami dan
terlindung oleh kubur serta pokok-pokok rimbun.
Di dalam kepungan itu, anggota-anggota polis berkawal dengan senjata masing-masing.

Nasib saya memang baik hari itu.
Dua tiga orang daripada polis berkenaan adalah kenalan saya.

” Pssstt… Raie… Raie.. Psstt,” saya memanggil ,
Raie yang perasan saya memanggilnya mengangkat tangan.

” Boleh aku tengok budak tu ?” saya bertanya sebaik saja dia datang ke arah saya.

” Mana boleh .
Keluarga dia aja yang boleh,” jawabnya perlahan-lahan seperti berbisik.

Sambil itu dia menjeling ke kiri dan kanan khuatir ada orang yang tahu.

” Sekejap aja.
Bolehlah…”saya memujuk.

Alhamdulillah, setelah puas di pujuk dia mengalah.
Tanpa berlengah, saya mengusup perlahan-lahan dan
berjalan beriringan dengan Raie seolah-olah tidak melakukan apa-apa kesalahan.
Namun demikian dada saya berdebar kencang.
Pertama ,risau, takut di halau keluar.
Kedua ; tidak sabar hendak melihat apa yang sedang berlaku kepada gadis berkenaan.

Selepas meredah kubur-kubur yang bertebaran,
akhirnya saya sampai ke pusara yang di maksudkan.
Di pinggir kubur itu berdiri dua tiga orang polis memerhatikan kedatangan saya.

Raie mendekati mereka dan berbisik-bisik.
Mungkin dia merayu supaya saya tidak di halau.
Alhamdulillah, saya lihat seorang polis yang berpangkat mengangguk-angguk.
Raie terus memanggil saya lalu memuncungkan bibirnya ke arah sebuah kubur.

Bila di jenguk kedalam , dada saya serta-merta terasa sebak.
Saya lihat gadis berkenaan sedang duduk di atas tanah kubur sambil menangis teresak-esak. Sebentar kemudian dia memegang tanah berhampiran lahad dan merintih ;
“Emak… ampunkanlah Saida, Saida sedar,
saida derhaka pada emak, Saida menyesal, Saida menyesal..”




Selepas mengesat air jernih yang terus berjejeran daripada mata yang bengkak,
gadis tersebut menangis lagi memohon keampunan daripada arwah ibunya.
” Emak… lepaskanlah kaki saya ni.
Ampunkan saya, lepaskan saya,”
Di tarik-tariknya kaki yang melekat di tanah namun tidak berhasil juga.

Saya lihat bapa dan adik-beradiknya menangis, di pinggir kubur.
Nyata mereka sendiri tidak tahu apa lagi yang hendak di buat untuk menyelamatkan gadis berkenaan.

” Sudahlah tu Saida… makanlah sikit nak ,”
rayu bapanya sambil menghulurkan sepinggan nasi juga segelas air.

Si gadis tersebut langsung tidak mengendahkan.
Malah memandang ke atas pun tidak.
Dia sebaliknya terus meratap meminta ampun daripada arwah ibunya.

Hampir menitis air mata saya melihat Saida .
Tidak saya sangka, cerita datuk dan nenek tentang anak derhaka kini berlaku di depan mata.

Begitu besar kekuasaan Allah.
Memang betullah kata para alim ulama, dosa menderhakai ibi bapa akan di balas ‘tunai’.

Malangnya saya tidak dapat lama di sana.
Cuma 10 - 15 minit saja kerana Raie memberitahu,
pegawainya mahu saya berbuat demikian.
Mahu tidak mahu , terpaksalah saya meninggalkan kubur tersebut.
Sambil berjalan kedengaran lagi Saida menangis dan meratap
” Ampunkan saya emak,
ampunkan saya saya, Ya Allah,
lepaskanlah kaki ku ini, aku bertaubat, aku insaf…”

Lantas saya menoleh buat kali terakhir.
Saya lihat bapa Saida dan adik beradiknya sedang menarik tangan gadis itu untuk di bawa keluar,
tapi seperti tadi, tidak berhasil.
Seorang polis saya lihat mengesatkan air matanya.

Semakin lama semakin ramai orang berhimpun mengelilingi perkuburan itu.
Beberapa kereta polis datang dan anggotanya berkawal di dalam
kepungan lengkap dengan senjata masing-masing.
Wartawan dan jurugambar berkerumun datang untuk
membuat liputan tetapi tidak di benarkan .
Mereka merayu bermacam-macam cara,
namun demi kebaikan keluarga gadis , permintaan itu terpaksa di tolak.

Matahari kian terbenam,
akhirnya tenggelam dan malam merangkak tiba.
Saida masih begitu.
Kaki terlekat di dalam kubur ibunya sementara dia tidak henti-henti meratap meminta keampunan. Saya pulang ke rumah dan malam itu tidak dapat melelapkan mata.
Suara tangisannya yang saya terngiang-ngiang di telinga.




Saya di beritahu ,sejak siang, tidak ada secebis makanan
mahupun minuman masuk ke tekaknya. Seleranya sudah mati.
Bapa dan adik beradiknya masih tetap di sisi kubur membaca al-Quran, Yassin dan berdoa.
Namun telah di sebutkan Allah,
menderhaka terhadap ibu bapa adalah dosa yang sangat besar.
Saida tetap tidak dapat di keluarkan.

Embun mula menitis.
Saida kesejukan pula.
Dengan selimut yang di beri oleh bapanya dia berkelubung.
Namun dia tidak dapat tidur.
Saida menangis dan merayu kepada Allah supaya mengampunkan dosanya.
Begitulah yang berlaku keesokannya.
Orang ramai pula tidak susut mengerumuni perkuburan itu.
Walaupun tidak dapat melihat gadis berkenaan tapi mereka
puas jika dapat bersesak-sesak dan mendengar orang-orang bercerita.




Setelah empat atau lima hari terperangkap, akhirnya Saida meninggal dunia.
Mungkin kerana terlalu lemah dan tidak tahan di bakar
kepanasan matahari pada waktu siang dan kesejukan di malam hari.
Mungkin juga kerana tidak makan dan minum.
Atau mungkin juga kerana terlalu sedih sangat dengan apa yang di lakukannya.

Allah Maha Agung…
sebaik Saida menghembuskan nafas terakhir,
barulah tubuhnya dapat di keluarkan.
Mayat gadis itu kemudian di sempurnakan seperti mayat-mayat lain.

Kuburnya kini di penuhi lalang.
Di bawah redup daun kelapa yang melambai-lambai,
tiada siapa tahu di situ bersemadi seorang gadis yang derhaka