Selasa, 26 Oktober 2010

10 AMALAN YG TERBALIK KITE LAKUKAN






Marilah kita bermuhasabah atau menilai dan menghitung kembali
tentang amalan harian kita. Kadang-kadang kita akan dapati amalan kita
adalah terbalik atau bertentangan dari apa yang patut dilakukan dan
dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sedar atau telah dilalaikan
atau terikut-ikut dengan budaya hidup orang lain. Perhatikan apa yang
dipaparkan dibawah sebagai contoh amalan yang terbalik:-

1. Amalan kenduri arwah beberapa malam yang dilakukan oleh keluarga simati
selepas sesuatu kematian (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan
seterusnya) adalah terbalik dari apa yang dianjurkan oleh Rasulullah di
mana Rasulullah telah menganjurkan jiran tetangga memasak makanan untuk
keluarga simati untuk meringankan kesusahan dan kesedihan mereka.
Keluarga tersebut telah ditimpa kesedihan, terpaksa pula menyedia
makanan dan belanja untuk mereka yang datang membaca tahlil. Tidakkah
mereka yang hadir makankenduri tersebut khuatir kalau-kalau mereka
termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh simati atau harta
peninggalan simati yang belum dibahagikan kepada yang berhak menurut
Islam?

2. Kalau hadir ke kenduri walimatul urus (kenduri
kahwin) orang kerap salam berisi (hadiah wang yang diberi semasa
bersalam). Kalau tak ada duit nak dikepit dalam tangan, maka segan ia
nak pergi makan kenduri. Tetapi kalau ia menziarah orang mati, tidak
segan pula salam tak berisi. Sepatutnya kalau menziarah keluarga si
matilah kita patut memberi sedekah. Kalau ke kenduri kahwin, tak bagi
pun tak apa kerana tuan rumah panggil untuk diberi makan bukan untuk ia
menambah pendapatan.

3. Ketika menghadiri majlis pemimpin
negara kita berpakaian cantik kemas dan segak tetapi bila mengadap
Allah baik di rumah maupun di masjid, pakaian lebih kurang saja bahkan
ada yang tak berbaju. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik.

4. Kalau menjadi tetamu di rumah orang dan di beri jamuan, kita rasa segan
nak makan sampai habis apa yang dihidangkan kerana rasa segan dan malu,
sedangkan yang dituntut dibanyakkan makan dan dihabiskan apa yang
dihidang supaya tuan rumah rasa gembira dan tidak membazir.

5. Kalau bersolat sunat di masjid amat rajin, tapi kalau di rumah,sangat
malas. Sedangkan sebaik-baiknya solat sunat banyak dilakukan di rumah
seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengelakkan rasa riak.

6. Bulan puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang
berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahawa dalam carta
perbelanjaansetiap rumah orang Islam akan kita dapati perbelanjaan
di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Sedangkan
sepatutnya perbelanjaan dibulan puasa yang terendah. Bukankah terbalik
amalan kita?

7. Kalau nak mengerjakan haji, kebanyakan
orang akan membuat kenduri sebelum bertolak ke Mekah dan apabila balik
dari Mekah tak buat kenduri pun.Anjuran berkenduri dalam Islam
antaranya ialah kerana selamat dari bermusafir, maka dibuat kenduri,
bukan kerana nak bermusafir, maka dibuat kenduri.Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain.

8. Semua ibubapa amat bimbang kalau-kalau anak mereka gagal dalam periksa.
Maka dihantarlah ke kelas tuisyen walau pun banyak belanjanya. Tapi
kalau anak tak boleh baca Quran atau solat, tak bimbang pula bahkan tak
mahu hantar tuisyen baca Quran atau kelas khas mempelajari Islam. Kalau
guru tuisyen sanggup dibayar sebulan RM20.00 satu pelajaran 8 kali
hadir tapi kepada Tok Guru Quran nak bayar RM15.00 sebulan 20 kali
hadir belajar pun menggeletar tangan. Bukankah terbalik amalan kita?
Kita sepatutnya lebih berbimbang jika anak tidak dapat baca Al Quran
atau bersolat dari tidak lulus periksa.

9. Kalau bekerja mengejar rezeki Allah tak kira siang malam, pagi petang, mesti pergi
kerja. Hujan atau ribut tetap diharungi kerana hendak mematuhi
peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (masjid) tak hujan, tak panas, tak
ribut pun tetap tak datang ke masjid. Sungguh tak malu manusia begini,
rezeki Allah diminta tapi nak ke rumahNya segan dan malas.

10. Seorang isteri kalau nak keluar rumah samada dengan suami atau tidak,
bukan main lagi berhias. Tetapi kalau duduk di rumah, masyaAllah.
Sedangkan yang dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya,bukan
berhias untuk orang lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuatkan
rumahtangga kurang bahagia.Cukup dengan contoh-contoh di
atas. Marilah kita berlapang dada menerima hakikat sebenarnya. Marilah
kita beralih kepada kebenaraan agar hidup kita menurut landasan dan
ajaran Islam yang sebenar bukan yang digubah mengikutselera kita. Allah yang mencipta kita maka biarlah Allah yang menentukan peraturan hidup kita.Sabda Rasullullah SAW: "Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat."(Riwayat Bukhari)

Sabtu, 23 Oktober 2010

Sebuah Kisah ''IMAN SEMPURNA''



Apa jadinya bila seorang pemuda sholeh digoda oleh wanita cantik? Kepada para pelaku pornografi dan pornoaksi, bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Kecantikan dan keindahan tubuh adalah ujian. Kisah ini pun bisa menjadi inspirasi bagi da’i dalam berdakwah. Bahwa berda’wah itu harus lemah lembut, bukan dengan kekerasan ataupun caci maki kepada pelakunya. Karena hati, hanya bisa disentuh oleh hati. Selamat membaca.

Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk. Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi’ bin Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah. Ketika sampai pada ayat keduapuluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya, “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu!”
Seluruh jiwa Rabi’ larut dalam penghayatan ayat itu. Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal shaleh itu tidak sama! Rabi’ terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar.

Kesalehan Rabi’ sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi’ sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi’ juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama.Namun tidak semua orang suka dengan Rabi’. Ada sekelompok orang ahli maksiat yang tidak suka dengan kezuhudan Rabi’. Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi’. Mereka ingin mempermalukan Rabi’ dalam lembah kenistaan. Mereka tidak menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi’.

Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang sangat cantik rupanya. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi’ agar bisa jatuh dalam lembah kenistaan. Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi’, maka ia akan mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi’ takluk pada pesona kecantikannya.

Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia mendatangi rumah Rabi’ bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah menunggu Rabi’ bin Khaitsam datang dari masjid.

Suasana begitu sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi’ datang. Wanita itu sudah siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan pakaiannya dengan kain hitam. Ia menyapa Rabi’,
“Assalaamu’alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar dahaga?”
“Wa’alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.” Jawab Rabi’ tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam.

“Bolehkah aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan berdiri.” Kata wanita itu sambil memegang cangkir.
Rabi’ agak ragu, namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi’ dengan kecantikannya.Rabi’ bin Khaitsam terkejut, namun itu tak berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita itu,

“Wahai saudari, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?!
“Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?!

“Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!”

Suara Rabi’ yang mengalir di relung jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar perkataan Rabi’ mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya meleleh. Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu keluar dari rumah Rabi’ dipenuhi rasa takut kepada Allah swt. Perkataan Rabi’ itu terus terngiang di telinganya dan menggedor dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah.
Orang-orang yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi’ kaget mendengar wanita itu bertobat. Mereka mengatakan,“Malaikat apa yang menemani Rabi’. Kita ingin menyeret Rabi’ berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata justru Rabi’ yang membuat wanita itu bertobat!”

Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah swt. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat, bertasbih, berzikir dan puasa. Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma terbakar di tengah padang pasir.

Isnin, 18 Oktober 2010

KISAH IMAN



Di zaman Nabi Allah Sulaiman berlaku satu peristiwa,apabila Nabi AllahSulaiman nampak seekor semut melata di atas batu;lantas Nabi AllahSulaiman merasa hairan bagaimana semut ini hendakhidup di atas batu yangkering di tengah-tengah padang pasir yang tandus. NabiAllah Sulaiman punbertanya kepada semut: " Wahai semut apakah engkauyakin ada makanan cukupuntuk kamu".Semut pun menjawab: "Rezeki di tangan ALLAH, akupercaya rezeki di tanganALLAH, aku yakin di atas batu kering di padang pasiryang tandus ini adarezeki untuk ku". Lantas Nabi Allah Sulaiman punbertanya: " Wahai semut,berapa banyakkah engkau makan? Apakah yang engkaugemar makan? Dan banyakmana engkau makan dalam sebulan?"Jawab semut: "Aku makan hanya sekadar sebiji gandumsebulan".
       
Nabi Allah Sulaiman pun mencadangkan: "Kalau kamumakan hanya sebijigandum sebulan tak payah kamu melata di atas batu, akuboleh tolong".Nabi Allah Sulaiman pun mengambil satu bekas, diaangkat semut itu dandimasukkan ke dalam bekas; kemudian Nabi ambil gandumsebiji, dibubuhdalam bekas dan tutup bekas itu. Kemudian Nabi tinggalsemut di dalambekas dengan sebiji gandum selama satu bulan.Bila cukup satu bulan Nabi Allah Sulaiman lihat gandumsebiji tadi hanyadimakan setengah sahaja oleh semut, lantas Nabi AllahSulaiman menemplaksemut: "Kamu rupanya berbohong pada aku!. Bulan lalukamu kata kamu makansebiji gandum sebulan, ini sudah sebulan tapi kamumakan setengah".Jawab semut: "Aku tidak berbohong, aku tidakberbohong, kalau aku ada diatas batu aku pasti makan apapun sehingga banyaknyasama seperti sebijigandum sebulan, kerana makanan itu aku cari sendiridan rezeki itudatangnya daripada Allah dan Allah tidak pernah lupapadaku.

Tetapi bilakamu masukkan aku dalam bekas yang tertutup, rezekiaku bergantung padakamu dan aku tak percaya kepada kamu, sebab itulah akumakan setengahsahaja supaya tahan dua bulan. Aku takut kamu lupa".Itulah Iman Semut!!IMAN MANUSIA??Di zaman Imam Suffian, ada seorang hamba Allah yangkerjanya mengorekkubur orang mati. Kerja korek kubur orang mati bukankerja orang ganjil.Bila ada orang mati, mayat terpaksa ditanam, oleh itukubur perlu digalidulu. Tetapi yang ganjil mengenai hamba Allah iniialah dia tidak galikubur untuk tanam mayat.Sebaliknya apabila orang mati sudah ditanam, warissudah lama balik kerumah dan Munkar Nakir sudah menyoal, barulah penggaliini datang kekubur untuk korek balik.Dia nak tengok macam mana rupa mayat setelah diINTERVIEW oleh MunkarNakir. Dia korek 1 kubur, 2 kubur, 3 kubur, 10 kubur,50 kubur sampai100 kubur.

Lepas itu, penggali pergi kepada ImamSuffian dan bertanyakepadanya: "Ya Imam, kenapakah daripada 100 kuburorang Islam yang akugali, dua sahaja yang mana mayat di dalamnya masihberhadap kiblat. Yang98 lagi sudah beralih ke belakang?". Jawab ImamSuffian:" Di akhir zamanhanya 2 dari 100 umat Islam yang percaya rezeki itu ditangan Allah. 98orang lagi tidak percaya bahawa rezeki di tanganTuhan". Itulah sebabnyaapabila umat Islam tertekan dengan SOGOKAN duit yangbanyak, biasanya,iman dia akan beralih. Nyatalah iman semut lebih kuatdari iman manusia.

Kata Saidina Ali kepada Kamil: " ILMU ITU LEBIH BAIKDARIPADA HARTA, ILMUMENJAGA ENGKAU DAN ENGKAU MENJAGA HARTA, ILMU MENJADIHAKIM, HARTADIHAKIMKAN, HARTA BERKURANGAN APABILA DIBELANJAKAN DANILMU BERTAMBAHAPABILA DIBELANJAKAN".

Ahad, 17 Oktober 2010

FADHILAT AMBIK WUDUK



1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini".

2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah muka ku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".

3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini".

4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini".

5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, lindunganlah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy Mu".

6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini" .

7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".

8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat".

Penjelasannya :

Penjelasan nombor 1 : Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak berfaedah
Penjelasan nombor 2 : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri
Penjelasan nombor 3 : Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan kanan
Penjelasan nombor 4 : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri
Penjelasan nombor 5 : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.
Penjelasan nombor 6 : Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah dll
Penjelasan nombor 7 : Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali
Penjelasan nombor 8 : Qada' dan Qadar kita di tangan Allah

Ramai di antara kita yang tidak sedar akan hakikat bahawa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah nya yang tersendiri. Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wuduk sedemikian rupa? Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita perolehi dalam menghayati Islam? Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam? Bersyukurlah dan bertaubat selalu.

3 PERKARA YANG PERLU KITA TAHU






Sabda Rasulullah s.a.w :
Tiga perkara yang memusnahkan, tiga perkara yang menyelamatkan, tiga perkara yang menghapuskan dosa dan tiga perkara yang menaikkan darjat.






* Tiga Perkara Yang Membawa Kemusnahan Ialah:
   - Perasaan bakhil yang diikuti - Nafsu yang dituruti - Seseorang yang merasa ujub dengan dirinya.

* Tiga Perkara Yang Boleh Menyelamatkan:
   - Berlaku adil semasa marah dan redha - Berjimat-cermat ketika kaya dan miskin  - Takutkan Allah ketika sunyi dan terang.

* Tiga Perkara Yang Boleh Menghapuskan Dosa :
   - Menunggu waktu sembahyang  - Mengambil wudu' walaupun ketika susah ( sejuk ) - Berjalan ke masjid untuk berjamaah.

* Tiga perkara Yang Boleh Meningkatkan Derjat :
   - Memberi orang lain makan - Memberi salam  - Sembahyang malam ketika orang lain sedang tidur nenyak.

Sabtu, 16 Oktober 2010

JANGAN MENCARUT


 

ww.iLuvislam.com
Oleh: ibnulatef
Editor: ibnulatef

Mulut ini dicipta oleh Allah adalah untuk mengatakan perkataan baik seperti membaca quran berzikir, berkata benar dan sebagainya. Mencarut bukan benda yang main-main, ALLAH sangat membenci orang yang suka mencarut. Malah Rasululullah sendiri pernah bersabda dalam hadith di dalam sahih Muslim :
Diriwayatkan daripada Abdullah Ibnu Mas'ud r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipinya, mengoyak-ngoyak saku bajunya atau berdoa dengan doa orang-orang jahiliah

Berdoa dengan doa orang-orang jahiliyah yang dimaksudkan di hadith tersebut ialah mencarut. Bayangkanlah kebencian rasulullah terhadap orang-orang yang mencarut sehinggakan baginda tidak mengaku umatnya. Mampukah kita selamat diakhirat kelak tanpa mendapat label sebagai seorang umat rasulullah.

Cukupkah amalan kita untuk masuk ke syurga jika rasulullah tak mengaku kita sebagai umat? Syafaat (privillege) umat rasulullah amat besar di akhirat kelak, maka rugilah kita sebagai umat rasulullah secara automatik, tidak diakui oleh rasulullah sebagai umatnya.

Mencarut boleh jadi dalam berbagai bentuk, boleh jadi dalam bentuk percakapan bahkan untuk zaman yang serba canggih, internet dan komputer ini, penulisan di blog ataupon di laman2 web sosial seperti Facebook dan sebagainya menjadi media untuk mereka meluahkan perasaan mereka. Semakin lama semakin mudah untuk kita mencarut. Sehinggakan seorang yang bisu, buta pon boleh mencarut.

Ingatlah sahabat, perbuatan yang keji dan terkutuk ini tak sepatutnya ada pada kita sebagai umat islam dan umat rasulullah. Hidup kita takkan menjadi berkat jika kita dibenci. Bukan hanya dibenci orang, malah ALLAH dan RasulNya pon membencinya. Mana lagi ruang kita nak cari untuk mencari keberkatan?

Dari keberkatan lah kita akan dapat kebahagiaan dunia dan diakhirat, kebahagiaan rumahtangga. Masakan isteri atau suami kita menyukai kita mencarut? selesa dengan cara hidup kita dengan mencarut? Kebahagiaan melalui perkataan carutan? Ada ke? Fikirkanlah wahai sahabatku.

Memang sedap dan puas hati bila kita mencarut. Saya sendiri pun tak menafikannya. Malah saya pun pernah merasainya. Tapi kebaikannya hanya terbatas setakat itu sahaja. Malah keburukannya berganda-ganda banyaknya.

Tak perlu disebutkan lagi keburukan, anda sendiri dapat fikir. Masing-masing berpelajaran tinggi. Tambahan pula, banyak keburukan telah saya sebutkan samada secara langsung atau tidak di awal artikel ini.

Syaitan tak pernah putus asa dalam menggoda kita untuk melakukan perkara yang dilarang. Ingatlah, syaitan lebih senang dan suka hidup bersama mereka yang mengikuti godaan mereka.

Dibenci Allah, Rasul dan masyarakat tetapi disukai syaitan? Adakah itu pilihan kita? Jika itulah pilihan kita, terpulanglah.
.

Jazakumullah, 

Jumaat, 15 Oktober 2010

CARA-CARA MELAKUKAN SEMBAHYANG JAMAK DAN QASAR




Cara-cara melakukan sembahyang Jamak dan Qasar
Makna Jamak ialah dihimpunkan
Makna Qasar ialah dipendekkanwww.familiazam.com
Perkara yang penting ialah kita mesti niat terlebih dahulu setelah keluar dari rumah iaitu:- "Sahaja aku musafir kerana Allah Tallah".
Kita boleh melakukan selama tiga hari tinggal bermukim.www.familiazam.com
Jamak Takdim dan diQasarkan (di pendekkan)

1.Melakukan sembahyang asar dalam waktu zuhur itu di namakan jamak takdim.
Lakukan sembahyang zuhur 2 rakaat selepas itu di ikuti pula sembahyang asar 2 rakaat.
Niat untuk sembahyang zuhur ialah "Sahaja aku sembahyang fardu zuhur 2 rakaat qasar dengan jamak takdim kerana Allah Taala".
Niat untuk sembahyang asar pula ialah "Sahaja aku sembahyang fardu asar 2 rakaat qasar dengan jamak takdim kerana Allah Tallah".
Jamak Takhir dan diQasarkan (di pendekkan)
www.familiazam.com
2.Melakukan sembahyang zuhur dalam waktu asar itu di namakan Jamak Takhir.
Tapi dengan syarat kita mesti niatkan dahulu dalam hati sebelum habis waktu zuhur iaitu:- "Aku nak jamakkan sembahyang zuhur dalam waktu asar"
Lakukan sembahyang asar 2 rakaat selepas itu di ikuti pula sembahyang zuhur 2 rakaat.
Niat untuk sembahyang asar ialah "Sahaja aku sembahyang fardu asar 2 rakaat qasar dengan jamak takhir kerana Allah Taala".
Niat untuk sembahyang zuhur ialah "sahaja aku sembahyang fardu zuhur 2 rakaat qasar dengan jamak takhir kerana Allah Talla".www.familiazam.com
Kita boleh juga jamakkan magrib dengan isyak atau sebaliknya tapi waktu magrib tidak boleh diqasarkan ia tetap 3 rakaat caranya ialah:-
Jamak takdim dan diqasarkan (di pendekkan)
www.familiazam.com
1.Melakukan sembahyang isyak dalam waktu magrib itu dinamakan jamak takdim.
Niat untuk sembahyang magrib ialah "Sahaja aku sembahyang fardu maghrib 3 rakaat dijamakkan fardu isyak dengan jamak takdim kerana Allah Talla".
Niat untuk sembahyang isyak ialah "Sahaja aku sembahyang fardu isyak 2 rakaat qasar dijamakkan fardu magrib dengan jamak takdim kerana Allah Tallah".www.familiazam.com
Jamak takhir dan diqasarkan (di pendekkan)
 

2.Melakukan sembahyang magrib dalam waktu isyak itu dinamakan jamak takhir.
Tapi jangan lupa niatkan sebelum waktu magrib berakhir "Aku nak jamakkan sembahyang magrib dalam  waktu isyak"
Niat untuk sembahyang isyak ialah "Sahaja aku sembahyang fardu isyak 2 rakaat qasar dijamakkan fardu magrib dengan jamak takhir kerana Allah Talla".
Niat untuk sembahyang magrib ialah "sahaja aku sembahyang fardu magrib 3 rakaat dijamakkan fardu isyak dengan jamak takhir kerana Allah Tallah".